Posted by: dadang kurnia | 20th Nov, 2008

Keutamaan Berpuasa dan Bersedekah

sujud

“Dari Jarir ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda: ’Puasa tiga hari dari setiap bulannya adalah seperti puasa setahun, Hari-hari terang bulan (purnama) itu ialah pagi harinya tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.’” (HR. Nasa-i dan Baihaqi)

“Dari Maimunah bin Sa’ad ra. Dia berkata, “Wahai Rosulullah berilah kami fatwa tentang sedekah. ‘Beliau bersabda : ‘Sesungguhnya sedekah adalah tirai dari neraka bagi orang yang melakukannya secara ikhlas dan mencari ridha Allah azza wajalla.’” (HR. Thabrani)

“Dari Ka’ab bin ‘Ujrah ra. dia berkata, Rosulullah saw. Bersabda: ‘Hai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari sesuatu yang haram. Nerakalah yang lebih utama buatnya. Hai Ka’ab bin ’Ujrah manusia laksana dua singa, singa yang berusaha membebaskan dirinya lalu ia dibebaskan dan singa yang mempercayainya begitu saja.’
Hai Ka’ab bin ‘Ujrah shalat adalah mendekatkan (diri kepada Allah), sedangkan puasa adalah perisai, dan sedekah dapat melebur dosa, laksana sirnanya gunung es atau batu karang.”
(HR. Ibnu Hibban)

Posted by: dadang kurnia | 20th Nov, 2008

Tips Berpuasa

Tetap Produktif saat Berpuasa

Letih, haus dahaga memang akan selalu kita rasakan saat menjalankan ibadah puasa. Itu semua erupakan perasaan yang wajar. Tapi, bukan juga berarti itu jadi alasan untuk meninggalkan semua aktifitas sehari-hari.

Aktivitas keseharian dapat terus berjalan selama kita berpuasa. Walau memang harus diakui bahwa aktivitas yang dilakukan tidak semaksimal seperti hari-hari biasanya. Berikut tips yang bisa kamu lakukan agar aktivitas kamu tidak terganggu selama menjalankan ibadah puasa.

1. Niat

Terdengarnya mudah, tapi ini memiliki pengaruh yang besar selama kita seharian menjalankan ibadah puasa. Dengan mengucapkan niat kesungguhan berpuasa, secara psikologis, kita akan memiliki kekuatan untuk dapat menjalankan ibadah puasa tersebut dengan sungguh-sungguh.
2. Tetap berolahraga
Banyak orang yang menganggap berolahraga saat berpuasa dapat mengganggu jalannya ibadah puasa. Padahal, olahraga saat berpuasa sangat dianjurkan. Tidak perlu berat, cukup dengan berjalan kaki atau bersepeda di lingkungan rumah. Dengan olahraga, aliran darah serta kebugaran tubuh akan terus terjaga.
3.Jangan terlalu capek
Kurangi kegiatan-kegiatan yang kurang perlu. Selain itu, janganlah tidur terlalu larut. Hal ini diperlukan untuk mengganti jam tidur yang terpotong karena bangun sahur.
4.Atur asupan makanan
Jauhnya jarak asupan makanan ke dalam tubuh selama menjalankan ibadah puasa membuat kita harus benar-benar memperhatikan kandungan gizi makanan yang kita konsumsi. Pembagian asupan makan yaitu 50% saat berbuka, 10% ba’da taraweh (bulan ramadan) / sebelum tidur, dan 40% saat sahur. Selain itu, kita juga harus menjaga kandungan cairan dalam tubuh . Usahakan meminum 3 gelas saat sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur.

:: by: Majalah simPATIzone Edisi Agustus-Oktober 2008 ::

Posted by: dadang kurnia | 1st Nov, 2008

Ahmadinejad The President of Iran

Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”.

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah.

Mantan walikota Teheran itu menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu. Sekali lagi fakta yang mengesankan…!

Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

read more.. >>>

Kapan ya presiden kita kaya’ gitu..???

Posted by: dadang kurnia | 1st Nov, 2008

From King of Java to President of Indonesia

JOGJA - Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya memberikan jawaban gamblang soal kesediaannya menjadi calon presiden 2009. Raja Keraton Jogjakarta itu menyampaikan kesiapannya tersebut di hadapan ratusan ribu warga yang mengikuti acara Pisowanan Agung di Alun-Alun Utara Keraton Jogjakarta kemarin.

”Dengan mohon petunjuk kepada Tuhan Yang Mahaesa dan dengan niat tulus memenuhi panggilan pada ibu pertiwi, dengan ini saya menyatakan siap maju menjadi presiden 2009,” ucap Sri Sultan sambil membacakan teks yang ditulis sendiri dalam selembar kertas berkop lambang Keraton Jogjakarta.

Kesiapan Sri Sultan menjadi calon presiden itu disampaikan secara singkat. Tak lebih dari tiga menit lamanya. Dia sempat mengulang dua kali kesiapannya meraih kursi RI 1 itu sebelum ditutup dengan lantunan lagu Padamu Negeri.

Di dampingi istrinya, GKR Hemas, kelima putrinya, dan menantu plus Sukardi Rinakit, Franky Sihalatua, dan Ketua Merti Nusantara Meth Kusumohadi, Sri Sultan lantas menggelar keterangan pers di bangsal pagelaran.Dalam penjelasannya, Sri Sultan mengakui, kesiapannya menjadi capres itu akan membawa beberapa konsekuensi bagi dirinya. Termasuk kedudukannya sebagai gubernur DIJ.

Dia menyatakan kesiapannya melepas jabatan gubernur bila UU Pilpres mengharuskan dirinya menempuh langkah itu. ”Saya akan pertimbangkan untuk melakukan itu,” tegasnya.
Meski siap menjadi capres, Sri Sultan belum mau terbuka akan menggunakan kendaraan politik partai mana. Dia beralasan, kondisi sekarang masih dinamis dan kelak setelah pemilu legislatif akan terjadi kristalisasi parpol. Dia juga mengisyaratkan bahwa untuk menjadi capres tak harus lewat partainya, Partai Golkar.

Gubernur DIJ itu lantas mencontohkan, sukses Jusuf Kalla terpilih sebagai Wapres berpasangan dengan SBY bukan dicalonkan partai beringin. ”Untuk cawapres, saya belum memikirkan,” kilahnya.
Soal motivasinya maju, Sri Sultan menyatakan bahwa dirinya sudah tidak tahan melihat penderitaan rakyat. Sebagai sultan, dia ingin menjadi agen perubahan. Menurut Sri Sultan, selama sepuluh tahun reformasi belum terjadi perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Kepada rakyat DIJ, Sri Sultan mengingatkan bahwa dirinya bukan lagi Wong Agung sebagaimana para leluhurnya raja-raja Mataram yang berkuasa 100 tahun silam. Dia mengaku dirinya adalah seorang demokrat. Karena itu, raja yang semasa muda bernama BRM Herdjuno Darpito itu mendukung demokratisasi.
:: by: www.jawapos.co.id ::

Posted by: dadang kurnia | 25th Oct, 2008

Line Follower Robot using AT89S2051

Line Follower Robot is a mobile robot, the robot will follow a track line. In the line follower robot there are a robot brain, it is microcontroller IC and some censor to read the track line. In this time will be made a line follower robot as miniature of truck robot that following a line automatically. This robot use AT89S2051 microcontroller as brain of robot and use three infra red censors as robot sense.
Line Follower Robot is one of mobile robot, this robot work by moving from one place to another place. So the robot needs a foot or wheel to move from one place to another place. So, this Final Project will be made a line follower robot using wheel, the wheels are moved by two DC motors that connect the wheel from gear. The DC motors need a motor driver to arrange the wheel direction, it use L293D IC as driver motor.
:: by: dadang.k ::

Posted by: dadang kurnia | 25th Oct, 2008

Ways of Celebrating Ramadan

Fasting from sunrise to sunset not only teaches us to control our unruly bodies, making them aware that we control them rather than the other way around, but it also helps us to think of others who are less fortunate than ourselves, and it teaches us to give thanks to Allah for all the blessings we have that we so often take for granted. When the Adhan calls each day for the Sunset Prayer, telling us all that the day’s fast is over, there are many in the world whose fast will not end. In fact, many thousands will starve to death because they have no food.

So not only giving our time to Allah, but also giving our time, talents, and material goods to others is a way of celebrating Ramadan. It really costs us very little to give out of our plenty to those who have nothing. By doing so in Ramadan, we learn to thank Allah for all the good things we have. We can join together with our friends, for example, and help the needy. Through the mosque, we can start planning ahead, before the month begins, and think of ways in which we can together help people. In the Canadian city of Toronto, for example, Muslims there have given out food every day in the city center to those who need it. Other Muslims run special soup kitchens or visit the homeless during Ramadan. What a great way that is of showing the world how much Muslims care for their world and all those in it. What a great way that is of dispelling all those misconceptions and myths that people have about Islam.

Giving, then, is central to what Ramadan is about. We give time to Allah and to others. In doing so, we not only heap down blessings on ourselves, in sha’ Allah, but we also tell the world about Islam and we bring light and hope into the lives of many people who have none. Islam is the natural religion. Many in the world know nothing about Islam, except for the images of violence they see on TV. By the way we celebrate our holy month, we can show a world thirsting for Allah that Muslims are not the sabre-rattling fanatics they are portrayed as, but as people who have submitted their lives to Allah. By our giving for Allah’s sake, we can teach the world how beautiful Islam really is. Maybe our giving will also, in sha’ Allah, help us to be better Muslims all the year.
:: by. http://www.islamonline.net ::

Categories